Protal Pendidikan.(Bengkalis.2015) memasuki tahun ajaran baru 2015/2016 semua perguruan tinggi di indonesai berlomba lomba mempermosikan pendidikan di institusi nya masing-masing. Politeknik Negeri Bengkalis mengambil bagian didalam dunia pendidikan di Negeri ini hal ini terbukti dengan banyak nya jumlah lulusan yang meningkat dari tahun ke tahun dan jumlah mahasiswa yang semakin membeludak. setiap lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi Politeknik Negeri Bengkalis Dapat menjadi salah satu alternatif yang sangat baik dalam menghemat biaya kuliah dan kualitas pendidikan yang baik.Minggu, 05 April 2015
Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Bnegkalis Tahun Ajaran 2015
Protal Pendidikan.(Bengkalis.2015) memasuki tahun ajaran baru 2015/2016 semua perguruan tinggi di indonesai berlomba lomba mempermosikan pendidikan di institusi nya masing-masing. Politeknik Negeri Bengkalis mengambil bagian didalam dunia pendidikan di Negeri ini hal ini terbukti dengan banyak nya jumlah lulusan yang meningkat dari tahun ke tahun dan jumlah mahasiswa yang semakin membeludak. setiap lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi Politeknik Negeri Bengkalis Dapat menjadi salah satu alternatif yang sangat baik dalam menghemat biaya kuliah dan kualitas pendidikan yang baik.Sabtu, 04 April 2015
Jalu Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Bengkalis TA 2015/2016
Jalu Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Bengkalis TA 2015/2016
Penjaringan Bibit Ungul Daerah ( PBUD )
Penjaringan Bibit Ungul Daerah ( PBUD )
- Pendaftaran : 16 Febuari 2015 - 20 Febuari 2015
- Seleksi : 21 Febuari 2015 - 23 Febuari 2015
- Pengumuman : 24 Febuari 2015
- Daftar Ulang : 25 Febuari 2015 - 27 Febuari 2015
- Info Pendaftaran : www.staibengkalis.ac.id Download Formulir Pendaftaran
Berita Pola Ujian Nasional Pada 2015 Berubah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera mengubah pola ujian nasional (UN) pada 2015. Hal ini disebabkan pada tahun itu semua jenjang pendidikan yang ada telah menerapkan Kurikulum 2013. Perubahan pola UN tidak mungkin dilakukan sekarang, mengingat pelaksana Kurikulum 2013 belum secara menyeluruh. Hanya sekolah dan kelas yang menjadi piloting yang melaksanakannya.
Pernyataan mengenai perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud) di tengah acara focus group discussion (FGD) tentang Kurikulum 2013 dan UN yang diikuti oleh beberapa akademisi, praktisi pendidikan, unsur pers, serta pegiat jaringan penulis artikel. UN sebagai standar evaluasi tetap akan dipertahankan. Pemakaian UN senagai standar evaluasi berdasarkan amanat UU Sisdiknas. Penggunaan tandar tersebut bisa menjadi alat ukur pembanding standar pendidikan di negara lain.
Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 jelas disesuaikan dengan Kurikulum 2013, yaitu ketika semua siswa telah menerapkan Kurikulum 2013. Saat ini yang melaksanakan Kurikulum 2013 hanya siswa kelas
1 dan 4 SD, kelas 1 (VII) SMP, dan kelas 1 (X) SMA dari sekolah piloting.
Saat ini belum dapat dirinci bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 tersebut. UN pada saat ini digunakan pemerintah untuk empat fungsi. Empat fungsi tersebut adalah :
pemetaan,
syarat kelulusan,
syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,
dan intervensi kebijakan.
Fungsi pemetaan dan intervensi pada Ujian Nasinal (UN) hanya bisa dilaksanakan jika ada UN. Makanya UN tetap dipertahankan keberadaannya.
Sebagai contoh, ada sebuah SMA di Jakarta yang hanya memiliki lima siswa dan ternyata semuanya tidak lulus UN. Maka kemudian Kemendikbud melaksanakan fungsi intervensi kebijakan. Bentuk pelaksaan fungsi tersebut adalah melakukan merger dengan sekolah lain. Atau misalnya juga, sebuah SMA di Nusatenggara Barat yang nilai mata pelajaran Bahasa Inggrisnya jeblok. Usut punya usut ternyata sekolah yang bersangkutan tidak mempunyai guru Bahasa Inggris. Sehingga pelajaran Bahasa Inggris diampu guru bidang studi lain. Karena fakta ini maka SMA di NTB tersebut diberi guru Bahasa Inggris.
Apapun bentuk perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015, tidak boleh merugikan siswa dan harus dapat dipertanggungjawabkan semuanya. Perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 ini jangan sampai dijadikan komoditas bagi segelintir orang untuk mengeruk keuntungan semata.
Dampak dari perubahan pola Ujian Nasional tahun 2015 harus bisa dirasakan manfaat, nilai dan mutu oleh semua pihak secara nasional.
Sumber Berita: Disdik riau
Ujian Nasional Online Diundur
KEMENDIKBUD merevasi ulang jadwal ujian nasional (UN) berbasis komputer (computer based-test/CBT) untuk SMA. Ujian yang dijadwalkan dilaksanakn pada 7 april 2015 itu diundur enam hari menjadi 13 april 2015.Dengan demikian, pelaksanaan akan di berangkatkan dengan UN SMA berbasis kertas (paper based-test/PBT) dan Unas CBT dan PBT untuk SMK dan sedarajat.
"Sedikit perubahan jadwal saja, "ungkap Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam Zaman, Ahad(15/3).
Nizam manambahkan UN CBT akan tetap memakan waktu lebih lama di banding PBT. Yakni, selama satu pekan. Dengan demikian di perkirakan rampung pada tanggal 20 april dan selasa 21 april. Karena satu hari satu mata pelajaran "jalasnya".
Perubahan jadwal pelaksanaan ini pun, kata dia, tidak akan berpengaruh pada jadwal mata pelajaran yang akan di ujikan. Dia mengatakan, jadwal masih sama dengan jadwal sebelumnya. Perubahan jadwal ini di duga terjadi karena ketidak siapan sistem untuk CBT.
Selain itu, kesiapan dari pihak sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang masih belum pasti. Namun hal iyu di tampik oleh Nizam. Dia menegaskan, seluruh persiapan masih sesui jalur. "Ini hanya agar selaras saja. Insya Allah piloting UN CBT tetap dilaksanakan sesuai rencana,"tuturnya"
Dia menambahkan, saat ini tim masih terus melakukan persiapan. Pekan lalu, tim kembali turun ke lapangan untuk memverifikasi ulang ke siapan dari sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK). Untuk itu, pekan depan pihaknya akan kembali mengumumkan nama-nama sekolah yang akan melaksanakan UN CBT itu.
Sumber : Disdik riau
Kamis, 02 April 2015
PENERIMAN MAHASISWA BARU TA. 2015/2016 AKADEMI KESEHATAN JOHN PAUL II PEKANBARU
AKADEMI
KESEHATAN JOHN PAUL II PEKANBARU PENERIMAN
MAHASISWA BARU TA. 2015/2016
PRODI
DIII ANALISIS KESEHATAN
Gelombang 1 :
16 Mei S/D 18 Mei 2015
Gelombang 2 :
19 Mei – 30 Juni 2015
Gelombang 3 :
1-3 Juli 2015
Gelombang 4 :
1-25 Agustus 2015
BIAYA
PENDAFTARAN
- Uang Formulir Pendaftaran = Rp. 150.000,-
- Uang Pembangunan selama Pendidikan = Rp. 8.000.000,-
- Uang SPP Setiap Semester = Rp. 3.500.000,-
- Uang Praktikum Setiap Semester = Rp. 1.000.000,-
“DISCOUNT UANG PEMBANGUNAN 1 JUTA RUPIAH UNTUK
GELOMBANG PERTAMA”
TEMPAT
PENDAFTARAN KAMPUS AKADEMI KESEHATAN JOHN PAUL II
PEKANBARU
JL.PERMATA 1 NO.32 LABUH BARU BARAT
KEC.PAYUNG SEKAKI PEKANBARU TELEPON (
0766-563-763 ), HP. 08137247429
UNTUK LUAR KOTA PEKANBARU PENDAFTARAN
DAPAT DILAKUKAN DI :
- SMA BINTANG LAUT BAGANSIAPIAPI TELP. ( 0767 ) 22772
- SMA SANTO YOSEF ARNOLDI BAGANBATU TELP. ( 0765 ) 51639
- SMA SANTO YOSEF DURI ( 0765 ) 92373
- SMP ST THERESIA AIR MOLEK TELP. ( 0769 ) 41676
- SMP YOS SUDARSO SELATPANJANG ( 0763 ) 33866
- SMP SANTI TARCISIUS DUMAI TELP. ( 0765 ) 34148 ATAU DAPAT MENGHUBUNGI IBU REHNA TARINGAN HP. ( 08127619807 )
PERSYARATAN PENDAFTARAN
JALUR PRESTASI ( TANPA TEST )
- Sehat jasmani & Tidak Buta Warna
- Lulusan SLTA Khusus Jurusan IPA & SMK
- Nilai Rapor Sem V & VI ( Biologi, Kimia, Matematika/Kompetensi) di atas KKM
- Foto Copy Raport Semester V & VI
- Pas Foto Warna Ukuran 3 x 4 cm Sebanyak 2 Lembar
- Foto Copy Surat Keterangan Berkelakuan Baik Dari Sekolah
JALUR TEST
- Sehat jasmani & Tidak Buta Warna Lulus SLTA Khusu Jurusan SMA/SMK
- Pas Foto Warna Ukuran 3 x 4 cm Sebanyak 2 lembar
- Foto Copy Ijazah & SKHUN yang telah dilegalisir
- Foto Copy Rapor Semester V & VI
- Foto Copy berkelakuan baik dari pihak sekolah
FASILITAS
- Memiliki Gedung Milik sendiri Siap Pakai, dengna fasilitas ruang belajar nyaman dan memadai
- Laboratorium dengan serana pratikum yang lengkap
- Lengkap dengan ruang & Serana Multi Media, Internet Dan Perpustakaan.
- Didukung dengan Taman baca yang asri.
- Tersedia Lahan praktek di Rumah Sakit & Kilink di lingkungan Yayasan Salus Infirmorum
- Tersedia Ruang Sholat Bagi Beragama Islam
STAF PENGAJAR
Memilik Team Teaching yang Handal; Dokter Spesialis, S2
Lulusan dari Perguruan Tinggi Terkemuka
PROSPEK KERJA DIII
ANALIS KESEHATAN
Program studi DIII
Analis Kesehatan menghasilkan tenaga ahli teknologi laboratorium yang siap
pakai dan di butuhkan di :
- Laboratorium RS/Puskesmas & Laboratorium Klinik Kesehatan
- PMI
- Balai POM Industri makanan & minuman
- Tenaga pengajar laboratorium
- Instansi Kesehatan Lainnya.
VISI
“Semangat pelayanan dengan wawasan mutu menjadikan lulusan
berkompetensi integral dalam bidang pelayanan kesehatan untuk meningkatkan
harkat derajat manusia pada dunia yang selalu berkembang”
MISI
- Menyelengarakan proses pendidikan berbasis potensi mahasiswa
- Menyelengarakan pembelajaran berkualitas dengan staff pengajar yang ahli dan dukungan sarana yang memadai
- Menyelengarakan penedidikan yang integral antra keahlian, karakter dan spiritual
- Mengusahakan penerapan transformasi gagasan dan keterampilan baru yang segar dalam proses pendidikan
- Mengelaola pendidikan dengan manajemen ilmiah yang diilhami oleh nilai pedagogic, spiritual dan etik.
- Menjalin relasi sunergis dengna masyarakat pengguna dan lembaga mitra
Rabu, 01 April 2015
Disdikbud Sediakan PLA Gratis
Orang tua memiliki anak autis harus bekerja ekstra untuk mendidik dan membina supaya bisa menjadi orang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak autis bukan penyakit gila, tapi mereka normal seperti orang lain, untuk itu jangan disisihkan.
Memang selama ini, untuk mendidik anak autis di tempat sekolah inklusif atau Pendidikan Layanan Autis (PLA) pada umumnya orang mampu. Berdasarkan pendidikan itu, anak bisa bergaul, bersosialisasi dan diterima oleh masyarakat. Sementara orang miskin, kebanyakkan memasung anak disebuah gudang atau rumah tinggal. Karena takut mengganggu, merusak dan melukai orang lain.
Sementara orang tua tidak tau cara mendidik anak autis seperti guru autis disekolah. "Anak autis itu normal. Namun mereka hanya terfokus kepada satu bidang saja. Untuk itu, orang tua maupun guru harus bisa mengarahkan anak kebidang yang dikuasainya. Sebab anak autis kebanyakan memiliki kepintaran melebihi disatu bidang yang disukai," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, Senin (30/3).
Dwi berniat, akan menjadikan pendidikan yang berkeadilan. Sehingga setiap anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga mereka bisa membangun daerah sesuai dengan keahlian dimilikinya. Untuk anak autis, Disdikbud Riau telah membuat Pusat Layanan Autis (PLA) di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Sekolah ini merupakan terbaik, termegah dan memiliki kelengkapan fasilitas belajar di Pulau Sumatera. Sekolah ini akan mengajari anak umur 2-6 tahun. Sekolah ini juga diperuntukkan gratis untuk anak penyandang autis di Provinsi Riau. PLA akan dibuka mulai 2 Mei 2015 mendatang.
Menurut Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdikbud Riau, Sri Petri Haryanti, jika orang tua sudah melihat ada kelainan atau tanda tanda autis terhadap anak umur dua tahun, segera dididik di PLA. Jangan dibiarkan dan harus menunggu anak sampai umur 9 tahun baru dimasukkan ke sekolah dasar. Sebab anak kecil bisa cepat sembuh dari pada mereka sudah baligh nanti.
Diakui, PLA baru ada 1 unit di Provinsi Riau. Namun lembagaklinik autis ada 13 unit, sekolah khusus autis 2 unit dan rumah sakit autis 7 unit. Anak penyandang autis di Riau yang terdaftar di pemerintah sekitar 700 orang.
Sedangkan tenaga pendidiknya baru 23 orang. Tenaga pendidik layanan khusus autis membutuhkan tenaga ahli. Untuk itu, Disdikbud Riau telah bekerjasama dengan Fakultas Psikolog UIR dan UIN, Fakultas Okupasi Tabrani Rab serta Psikoterapi Bicara Ibnu Sina, untuk mencari mahasiswa berprestasi dengan diberikan beasiswa supaya bisa menjadi tenaga pendidik autis nanti.
Kemudian, Disdikbud juga mencari putra-putri Riau yang ingin mengabdi menjadi tenaga pendidik Autis, supaya bisa mendaftarkan diri ke Disdikbud. Calon tenaga pendidik ini akan dikuliahkan S1, minimal pendidikan keahlian satu tahun.
Namun karena tenaga pendidik kurang, Disdikbud Riau harus mencari tenaga pendidik autis diluar Provinsi Riau. Karena PLA akan dimulai dalam waktu dekat. Sementara mahasiswa yang dikuliahkan untuk tenaga pendidik di lima tahun kedepan setelah mereka tamat kuliah. "Di Indonesia, baru ada 10 prodi Universitas memiliki jurusan Pendidikan Khusu dan Layanan Khusus. Sedangkan penyandang autis di Indonesia sebanyak 7juta anak. Untuk itu, kita meminta kepada Universitas Riau supaya bisa membuka Prodi yang sama disini," kata Petri.
Sekretaris Forum Pengembangan Anak Provinsi (FPAPA) Riau, Rovanita Rama SE MH menjelaskan, mendidik anak autis tidak bisa diberitahukan saja. Namun harus ditunjuk ajari sampai ia paham dan mengerti. Seperti ini kamar tidur, kamar tidur berguna untuk tempat tidur, tempat tidur tidak boleh kotor supaya bisa tidur nyenyak dan banyak contoh lainnya.
Selain itu, Rovanita meminta kepada Pemprov Riau supaya dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) terhadap jaminan pendidikan untuk anak penyandang autis. Supaya program diatas dapat tetap berkelanjutan kedepan."Pendidikan autis tidak seperti anak sekolah lainnya. Namun sekolahnya memakai kategori, seperti pendidikan, kemandirian dan keahlian. Anak autis harus belajar disatu ruangan bersama anak lain sesuai dengan hobi dan bakat yang dimiliki. Jadi kalau anak sudah bisa bersosialisasi, maka bisa dimasukkan ke SD, SMP dan SMA sederajat,"jelas Rovanita, salah satu yang akan menjadi Pmetri pada Seminar Anak Autis Sedunia, Kamis (2/3) nanti.
Dalam Pemetri, juga hadir Dokter spesialis anak dari RS Awal Bros, dr Budi Novitri SpA, Psikolog, Aida Malikha Spsi Msi dan narasumber dari Jakarta. Zaki anak penyandang autis mengaku sudah bekerja disalah satu perusahaan di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Sambil kerja ia juga kuliah. Sehingga ia sudah mampu membiayai biaya kuliah sendiri.
Memang selama ini, untuk mendidik anak autis di tempat sekolah inklusif atau Pendidikan Layanan Autis (PLA) pada umumnya orang mampu. Berdasarkan pendidikan itu, anak bisa bergaul, bersosialisasi dan diterima oleh masyarakat. Sementara orang miskin, kebanyakkan memasung anak disebuah gudang atau rumah tinggal. Karena takut mengganggu, merusak dan melukai orang lain.
Sementara orang tua tidak tau cara mendidik anak autis seperti guru autis disekolah. "Anak autis itu normal. Namun mereka hanya terfokus kepada satu bidang saja. Untuk itu, orang tua maupun guru harus bisa mengarahkan anak kebidang yang dikuasainya. Sebab anak autis kebanyakan memiliki kepintaran melebihi disatu bidang yang disukai," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, Senin (30/3).
Dwi berniat, akan menjadikan pendidikan yang berkeadilan. Sehingga setiap anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga mereka bisa membangun daerah sesuai dengan keahlian dimilikinya. Untuk anak autis, Disdikbud Riau telah membuat Pusat Layanan Autis (PLA) di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Sekolah ini merupakan terbaik, termegah dan memiliki kelengkapan fasilitas belajar di Pulau Sumatera. Sekolah ini akan mengajari anak umur 2-6 tahun. Sekolah ini juga diperuntukkan gratis untuk anak penyandang autis di Provinsi Riau. PLA akan dibuka mulai 2 Mei 2015 mendatang.
Menurut Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdikbud Riau, Sri Petri Haryanti, jika orang tua sudah melihat ada kelainan atau tanda tanda autis terhadap anak umur dua tahun, segera dididik di PLA. Jangan dibiarkan dan harus menunggu anak sampai umur 9 tahun baru dimasukkan ke sekolah dasar. Sebab anak kecil bisa cepat sembuh dari pada mereka sudah baligh nanti.
Diakui, PLA baru ada 1 unit di Provinsi Riau. Namun lembagaklinik autis ada 13 unit, sekolah khusus autis 2 unit dan rumah sakit autis 7 unit. Anak penyandang autis di Riau yang terdaftar di pemerintah sekitar 700 orang.
Sedangkan tenaga pendidiknya baru 23 orang. Tenaga pendidik layanan khusus autis membutuhkan tenaga ahli. Untuk itu, Disdikbud Riau telah bekerjasama dengan Fakultas Psikolog UIR dan UIN, Fakultas Okupasi Tabrani Rab serta Psikoterapi Bicara Ibnu Sina, untuk mencari mahasiswa berprestasi dengan diberikan beasiswa supaya bisa menjadi tenaga pendidik autis nanti.
Kemudian, Disdikbud juga mencari putra-putri Riau yang ingin mengabdi menjadi tenaga pendidik Autis, supaya bisa mendaftarkan diri ke Disdikbud. Calon tenaga pendidik ini akan dikuliahkan S1, minimal pendidikan keahlian satu tahun.
Namun karena tenaga pendidik kurang, Disdikbud Riau harus mencari tenaga pendidik autis diluar Provinsi Riau. Karena PLA akan dimulai dalam waktu dekat. Sementara mahasiswa yang dikuliahkan untuk tenaga pendidik di lima tahun kedepan setelah mereka tamat kuliah. "Di Indonesia, baru ada 10 prodi Universitas memiliki jurusan Pendidikan Khusu dan Layanan Khusus. Sedangkan penyandang autis di Indonesia sebanyak 7juta anak. Untuk itu, kita meminta kepada Universitas Riau supaya bisa membuka Prodi yang sama disini," kata Petri.
Sekretaris Forum Pengembangan Anak Provinsi (FPAPA) Riau, Rovanita Rama SE MH menjelaskan, mendidik anak autis tidak bisa diberitahukan saja. Namun harus ditunjuk ajari sampai ia paham dan mengerti. Seperti ini kamar tidur, kamar tidur berguna untuk tempat tidur, tempat tidur tidak boleh kotor supaya bisa tidur nyenyak dan banyak contoh lainnya.
Selain itu, Rovanita meminta kepada Pemprov Riau supaya dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) terhadap jaminan pendidikan untuk anak penyandang autis. Supaya program diatas dapat tetap berkelanjutan kedepan."Pendidikan autis tidak seperti anak sekolah lainnya. Namun sekolahnya memakai kategori, seperti pendidikan, kemandirian dan keahlian. Anak autis harus belajar disatu ruangan bersama anak lain sesuai dengan hobi dan bakat yang dimiliki. Jadi kalau anak sudah bisa bersosialisasi, maka bisa dimasukkan ke SD, SMP dan SMA sederajat,"jelas Rovanita, salah satu yang akan menjadi Pmetri pada Seminar Anak Autis Sedunia, Kamis (2/3) nanti.
Dalam Pemetri, juga hadir Dokter spesialis anak dari RS Awal Bros, dr Budi Novitri SpA, Psikolog, Aida Malikha Spsi Msi dan narasumber dari Jakarta. Zaki anak penyandang autis mengaku sudah bekerja disalah satu perusahaan di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Sambil kerja ia juga kuliah. Sehingga ia sudah mampu membiayai biaya kuliah sendiri.
"Saya sudah bekerja dan kuliah. Bentar lagi tanggal 1 saya gajian," kata Zaki salah satu anak autis yang hadir dalam pres konpres itu sambil tersenyum.
Sumber Berita: http://disdik.riau.go.id
Selasa, 31 Maret 2015
SEMINAR NASIONAL DAN PELANTIKAN PERHIMPI CABANG RIAU
Sesi satu seminar diisi dengan empat nara sumber DR.Sarifah anggota PERHIMPI, Ir. H. T. Edy Sabli, M.Si dosen FAPERTA UIR, SLAMET RIYADI, SP, M.Si.BMKG dan DR. Gunawan Tabrani ketua PERHIMPI Riau. Dalam kesempatan ini juga diadakan MOU antara FAPERTA UIR dengan Stasiun Karantina Ikan dan pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Pekanbaru.
Sumber : uir.ac.id
Negeri Seribu Parit di Sambangi Tim RBKP
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dalam melaksanakan sosialisasi/ promosi potensi pendidikan dalam upaya mewujudkan misi Kabupaten Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan, Kabupaten Indragiri Hilir adalah tempat salah satu tempat pelaksanaan Roadshow Bengkalis sebagai kota pendidikan, Rabu (18/03/2015). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Aula SMAN 1 Tembilahan. Turut hadir Kabid Dikmen Bapak Suardi, MM, Kasi Kurikulum Bapak Idris serta turut hadir utusan dari perguruan tinggi di Indragiri Hilir seperti STAI Inhil. guru pendamping dari masing-masing sekolah sebanyak 4 orang.
Bapak Amir selaku narasumber sangat antusias dalam menyampaikan materi sosialisasi Kabupaten Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan, dalam kegiatan tersebut para siswa/i sangat berpartisipasi bahkan ada yang mengajukan beberapa pertanyaan tentang salah satu Perguruan Tinggi yang mereka minati. Selain dari penjelasan yang diberikan oleh narasumber, siswa/i juga diberikan booklet sebagai panduan mereka untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi yang berkaitan khususnya tentang pendidikan di Bengkalis. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 260 orang yaitu siswa/i kelas III dari masing-masing sekolah diantaranya berasal dari SMAN 1 Tembilahan Hulu, SMAN 2 Tembilahan Hulu, SMKN 1 Tembilahan, SMKN 2 Tembilahan dan MAN 2 Tembilahan, SMA PGRI, serta didampingi setiap sekolah sebanyak 2 orang utusan.
Bapak Amir selaku narasumber sangat antusias dalam menyampaikan materi sosialisasi Kabupaten Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan, dalam kegiatan tersebut para siswa/i sangat berpartisipasi bahkan ada yang mengajukan beberapa pertanyaan tentang salah satu Perguruan Tinggi yang mereka minati. Selain dari penjelasan yang diberikan oleh narasumber, siswa/i juga diberikan booklet sebagai panduan mereka untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi yang berkaitan khususnya tentang pendidikan di Bengkalis. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 260 orang yaitu siswa/i kelas III dari masing-masing sekolah diantaranya berasal dari SMAN 1 Tembilahan Hulu, SMAN 2 Tembilahan Hulu, SMKN 1 Tembilahan, SMKN 2 Tembilahan dan MAN 2 Tembilahan, SMA PGRI, serta didampingi setiap sekolah sebanyak 2 orang utusan.
English Day: Ajak Mahasiswa lebih Tertarik Bahasa Inggris
Polbeng Online- Mungkin bagi sebagian orang berbicara dengan menggunakan bahasa inggris merupakan hal yang menakutkan. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi UPT Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) untuk melangsungkan kegiatan English Day yang bertempat di Gedung Utama (GU) Polbeng pada senin (23/3) kemarin.
Tidak tanggung-tanggung dalam acara English Day yang berlangsung selama sehari penuh mulai pukul 9.00 wib hingga pukul 16.30 wib mahasiswa polbeng diajak untuk aktif diberbagai sesi acara. Dalam acara ini turut hadir pula para mahasiswa dan dosen dari politeknik Melaka yang turut berkolaborasi dalam acara ini diantaranya Marina Abu Bakar (dosen Polimelaka) dan mahasiswa Polimelaka yakni Azwan Bin Alias, Nurliyana Bt Moidin, Al Simar Bin Syed Hasim, Ikmal Hanafi Bin Mohd Fadzil.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Polbeng Muhamad Milchan, MT dalam sambutannya pucuk pimpinan Polbeng ini mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Polimelakan yang berkenan untuk berkunjung ke Polbeng dan berharap mahasiswa menjadi English Day ini menjadi momentum untuk bisa menggaali ilmu sebanyak-banyaknya tentang bahasa inggris. "Mahasiswa tidak takut untuk berbicara apalagi belajar bahasa inggris" ungkap Milchan. Dalam Acara pembukaan english day ini turut hadir pula kepala dinas pendididikan kab Bengkalis Bapak Herman sani dan beberapa tamu dari instansi lainnya.
Setelah acara pembukaan selesai kegiatan english day pun dimulai dengan welcome speech grupping & ice breaking setelah itu acara dilanjutkan dengan tongue twister and dance acara ditutup dengan permainan "what say you"
What Say You adalah permainan sebagai metode untuk belajar bahasa inggris yang langsung diciptakan oleh Puan Marina binti Abu Bakar sendiri dan karena prestasinya tersebut beliau mendapat penghargaan dari pemerintah Malaysia. Di Malaysia sendiri metode pengajaran bahasa inggris dengan "what say you" ini sedang dikembangkan untuk menjadi metode atraktif untuk menarik minat siswa didik untuk belajar bahasa inggris dengan aktif dan lebih menarik.
Setelah kegiatan ini, pada bulan Mei rencananya akan diadakan English Camp di Malaysia dan mahasiswa Polbeng diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut bersama lebih dari 30 Politeknik di Malaysia.
(WM-Polbeng)
Kembali ke Kota Terubuk, Tim RBKP Lakukan Roadshow
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis dalam melaksanakan sosialisasi/ promosi potensi pendidikan dalam upaya mewujudkan misi Kabupaten Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan, Kabupaten Bengkalis dengan ibu kota Kecamatan Bengkalis atau dikenal dengan Kota Terubuk kini menjadi tempat sasaran pelaksanaan Roadshow Bengkalis sebagai kota pendidikan, Senin (30/03/2015). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Aula SMAN 2 Bengkalis.
Bapak Wira selaku narasumber sangat antusias dalam menyampaikan materi sosialisasi Kabupaten Bengkalis sebagai Pusat Pendidikan, dalam kegiatan tersebut para siswa/i sangat berpartisipasi bahkan ada yang mengajukan beberapa pertanyaan tentang salah satu Perguruan Tinggi yang mereka minati.
Selain dari penjelasan yang diberikan oleh narasumber, siswa/i juga diberikan booklet dan brosur dari Perguruan Tinggi sebagai panduan mereka untuk mengetahui lebih lanjut tentang informasi yang berkaitan khususnya tentang pendidikan di Bengkalis. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 250 orang yaitu siswa/i kelas III dari masing-masing sekolah diantaranya berasal dari SMAN 1 Bengkalis, SMAN 2 Bengkalis, SMAN 5 Bengkalis, SMKN 3 Bengkalis dan MA Sei.Alam.
Pembukaan MTQ ke- 41 di Kec.Mandau di buka oleh Bupati Herliyan Saleh
DURI - Tujuan yang ingin dicapai melalui pembangunan di berbagai bidang, termasuk di Kecamatan Mandau, adalah untuk mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, salah satu prasyarat yang turut menentukan keberhasilan pembangunan tersebut, adalah adanya kesadaran masyarakat untuk mengetahui, memahami serta mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari, secara baik dan benar. Kesadaran untuk menjadi masyarakat yang agamis.
''Masyarakat agamis itu adalah masyarakat yang taat kepada hukum, mempunyai toleransi yang tinggi terhadap sesama, serta mencintai lingkungan. Keharmonisan dan kesejahteraan hidup akan lebih mudah diwujudkan di tengah-tengah masyarakat yang agamis,'' ajak Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh ketika membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 tingkat Kecamatan Mandau tahun 2015. Pembukaan MTQ yang dipusatkan di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Mandau di Kelurahan Batang Serosa, Duri tersebut dilaksanakan Minggu (29/3/2015) malam.
Karena itu, orang nomor satu di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan inimemberikan apresiasi kepada umat Islam di Mandau yang menjadikan MTQ yang diikuti sekitar 300 kafilah ini sebagai alah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat yang agamis, harmonis dan sejahtera.
Pembukaan MTQ yang berlangsung meriah dan sisaksikan ribuan pasang mata itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bupati bersama Camat Mandau H Hasan Basri serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Selain Ketua DPRD H Heru Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Kaderismanto, hadir juga dalam pembukaan MTQ yang diikuti 24 desa/kelurahan itu diantaranya Sekretaris Daerah H Burhanuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkalis H Jumari dan Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Bengkalis H Arianto. (ail)/GoRiau
Teks Photo : Bupati H Herliyan Saleh, Ketua DPRD H Heru Wahyudi dan tokoh masyarakat menekan sirine tanda dimulainya MTQ ke-41 Kecamatan Mandau, Minggu (29/3/2015) malam.
Sumber : Bengkalis.co.id
Langganan:
Komentar (Atom)









